Entri Populer

Kamis, 24 November 2011

LITA


Surat untuk sahabat lama...

malam ini aku tak sengaja mendengarkan lagu yang sudah lama tak ku dengar. Tetapi dengan mendengarkan lagu ini, aku mengingat sosok sahabat lama yang mungkin...selama ini aku lupakan. Tapi sungguh aku tak bermaksud begitu.
             ingat dimana masa2 kita selalu bersama. Mungkin Tuhan memberikan takdir yang tepat, waktu dimana pertama kali kita dipertemukan. Pulau kecil yang menjadi saksi persahabatan kita. Dimana kita selalu menghabiskan waktu bersama. Aku tak pernah menyangka bisa mempunyai seorang sahabat sepertimu. Kau bagai mutiara disebuah lautan yang sama sekali tak terjamah sekalipun ombak menyapu lautmu. Kau tersembunyi dibalik bstu karang yang besar. Hanya kilaumu yang nampak bercahaya dibawah terangnya cahaya sang mentari. Sungguh beruntung aku yang redup ini menemukan mutiara sepertimu, kau membagi cahayamu kepadaku, sehingga aku terlihat berkilau didekatmu. Sungguh beruntung aku...






            kepada engkau mutiara lautku...tetaplah kuat dan bercahaya diluasnya lautan, tanpa ada sosok yang redup disampingmu. Aku yakin, kau akan terus berkilau dan bercahaya dihamparan laut yang luas. Walau ombak menyapu dan menggiringmu ke pinggir laut, kau akan dan terus bercahaya.

            wahai sahabatku, jujur aku bukan orang bisa menyatakan segalanya secara langsung, mungkin aku adalah orang yang kaku dan terkesan dingin. Tetapi sungguh...aku sangat menyayangimu, aku tak ingin membuatmu mengangis atau berniat melupakanmu. Tapi, aku sangat kaku dan terlihat aneh untuk menyampaikan rasa sayangku kepadamu.

            sahabat, kau begitu indah dan begitu berarti dalam hidupku. Kau yang meruntuhkan kerasnya hatiku, dan kau yang membertahu jika masih ada sosok yang disebut sahabat untukku. Terima kasih atas segalanya...

Sahabat lamaku TARIDA JELITA




Hanya Satu - Mocca
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah


apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu


hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap ayah dan ibu



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar